Skip to main content

Cabang Olahraga Esports PON Papua Resmi Dibuka

Pengurus Besar Esport Indonesia (PBESI) mengumumkan bahwa pendaftaran Eksibisi Esport PON XX Papua 2021 sudah resmi dibuka, menyusul Surat Keputusan KONI Nomor 67/2021 tentang penetapan cabang olahraga eksibisi pada pesta olahraga nasional tahun ini di Papua.

Pendaftaran dan seluruh rangkaian kegiatan eksibisi esports bisa diakses melalui platform www.garudaku.com, yang merupakan hasil karya anak bangsa. Game yang bakal dipertandingkan di eksibisi ini adalah Free Fire, eFootball PES, dan Mobile Legends. Oleh karena itu, penyelenggara menggandeng penerbit game untuk bekerjasama. Esports ditetapkan menjadi salah satu dari 10 cabang yang akan mengikuti Eksibisi PON XX 2021. Pendaftaran dibuka untuk semua pemain esports yang kemudian akan mewakili daerah asal mereka.

Pertandingan akan dibagi menjadi tiga babak. Sebelum itu, akan ada dua babak seleksi yaitu Babak Kualifikasi pada tanggal 26 Agustus – 5 September sampai panitia mendapatkan satu tim terbaik dari setiap provinsi. Selanjutnya tahapan Pra-PON pada 7-14 September 2021 yang akan mencakup 34 Provinsi, 514 kota/kabupaten. 

Seluruh tim yang lolos babak seleksi akan diterbangkan ke Papua dan bergabung dengan tim tuan rumah. Para atlet nantinya bertanding di event utama, bertajuk Eksibisi Esports PON XX Papua 2021, dimulai pada 22-26 September 2021 dengan lokasi di Stadium Hoki Indoor Doyo Baru, Jayapura.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....