Skip to main content

Purwokerto kota slow living katanya?


Lokasi di kaki gunung Slamet membuat purwokerto mempunyai iklim yang sejuk. Kesan pertama ketika tiba di Purwokerto adalah ketenangan. Tidak seramai Jakarta, tidak sepadat Bandung, dan tidak secepat ritme kota besar lainnya. Jalanan yang cukup nyaman, banyak ruang hijau, serta suasana masyarakat yang santai membuat kota ini cocok bagi traveler yang ingin menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.

Sebagai kota yang menjadi pusat aktivitas dari Kabupaten Banyumas, Purwokerto memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Stasiun kereta api menjadi salah satu akses utama bagi wisatawan dari berbagai kota di Pulau Jawa. Dari sini, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan wisata alam, kuliner, maupun tempat nongkrong yang tersebar di sekitar kota. 


Aktifitas CFD Gor Satria, Purwokerto

Bagi kalian para traveler, kulineran menjadi sesuatu yang wajib kalian coba di kota ini.

Mendoan: Tidak ada perjalanan ke Purwokerto tanpa mencoba mendoan. Tempe tipis yang dibalut tepung berbumbu kemudian digoreng setengah matang ini memiliki tekstur lembut dan rasa gurih khas. Menikmatinya dengan sambal kecap saat masih hangat adalah pengalaman wajib.

Soto Sokaraja : Berbeda dengan soto daerah lain, Soto Sokaraja memiliki ciri khas berupa kuah gurih dengan tambahan sambal kacang yang memberikan rasa unik. Kawasan Sokaraja dikenal sebagai salah satu pusat kuliner khas Banyumas.

Getuk Goreng : Sebagai oleh-oleh, getuk goreng menjadi pilihan populer. Rasa manis dari singkong yang diolah dengan cara tradisional membuat makanan ini menjadi pengingat perjalanan setelah meninggalkan Purwokerto

Bagi sebagian orang, Purwokerto mungkin hanya sebuah kota kecil di jalur perjalanan Jawa Tengah. Namun bagi traveler yang mau berhenti sejenak dan mengenalnya lebih dekat, kota ini menawarkan pengalaman yang lebih dalam.

Purwokerto adalah tentang menikmati pagi yang sejuk, berbincang dengan warga lokal, menyantap makanan sederhana yang penuh rasa, dan menemukan ketenangan di kaki Gunung Slamet.

Kadang perjalanan terbaik bukan tentang mencari tempat yang paling terkenal, tetapi menemukan tempat yang membuat kita merasa nyaman.

apakah masuk kriteria SLOW LIVING ?

Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....