Skip to main content

Purbalingga dengan Kenalpotnya

Bergelar kota Perwira, kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dengan ibu kota berada di Kecamatan Purbalingga. Secara geografis, wilayah ini terletak di antara rangkaian pegunungan di bagian utara, termasuk kawasan Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng, serta dataran rendah di bagian selatan yang dialiri Sungai Serayu dan Sungai Pekacangan. Purbalingga juga berkembang sebagai salah satu pusat industri di Indonesia. Kabupaten ini memiliki industri bulu mata palsu (false eyelashes) dan rambut palsu (wig) yang telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Industri kreatif tersebut menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di daerah dan memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu Knalpot buatan purbalingga terkenal sampai di berbagai wilayah Indonesia maupun tembus pasar Eropa.

sumber : parboaboa.com

Sebelum terkenal sebagai penghasil knalpot, masyarakat Purbalingga, khususnya di Kelurahan Purbalingga Lor (Dusun Pesayangan), telah lama memiliki keahlian mengolah logam. Pada tahun 1970-an, mereka membuat berbagai peralatan rumah tangga dari seng dan drum bekas, sehingga keterampilan memotong, membentuk, mengelas, dan merakit logam sudah dimiliki oleh banyak warga.

Secara umum, kualitas knalpot buatan Purbalingga tergolong baik, terutama untuk segmen aftermarket (pengganti knalpot asli atau modifikasi). Bahkan beberapa produsen di Purbalingga menjadi OEM (Original Equipment Manufacturer) atau pemasok bagi perusahaan otomotif dan merek dagang nasional. Namun, kualitasnya sangat bergantung pada produsen, karena industri knalpot di Purbalingga didominasi oleh usaha kecil dan menengah (IKM).

Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....