Skip to main content

Kabupaten Biak Numfor berhasil menjadi juara umum Pesparawi XIII se Tanah Papua

Kabupaten Biak Numfor berhasil menjadi juara umum Pesparawi XIII se Tanah Papua yang dilaksanakan di Kabupaten Mimika sejak 30 Oktober-6 November 2021. Biak menjadi juara umum setelah berhasil mengumpulkan 11 emas, lima diantaranya emas champion dari 12 kategori yang diikuti.

Adapun nilai yang didapatkan oleh Kabupaten Biak Numfor dari 12 kategori dilombakan antara lain; 1) kategori paduan suara anak (Emas Champion)  dengan nilai 84,15 poin, 2) solo anak usia 7-9 tahun  (Emas) perolehan nilai  80,78 poin, 3) solo anak usia 10-13 tahun (Emas) perolehan nilai 82,11 poin, 4) paduan suara pria (Emas) perolehan nilai 84,86 poin, 5) paduan suara remaja (Emas) perolehan nilai 84,70 poin, 6) paduan suara wanita (Emas Champion)  dengan nilai 86,48 poin dan untuk, 7) Vocal group (Emas) perolehan nilai 82,21 poin. 

Sementara di lomba katergori solo remaja putra (Emas Champion) dengan nilai 86,33 poin, solo remaja putri (Emas Champion) dengan nilai 85,67 poin, paduan suara dewasa campuran  (emas) 84,03 poin, paduan suara etnik (Emas Champion) 85,58 poin dan musik pop gereja (Perak) perolehan nilai 76,82 poin.

foto : humasprobiak

Dengan raihan champion terbanyak maka Kabupaten Biak Numfor kembali  menjadi juara umum di Pesparawi XIII tahun 2021, di Timika. Sebagai juara umum diajang Pesparawi Se-Tanah Papua ini, adalah yang ketiga kalinya berturut-turut, setelah di Pesparawai XI dan XII ( Kaimana dan Wamena) juga menjadi juara umum. 

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd memberikan apreasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mengambil bagian dalam memberikan dukungan terhadap suksesnya kontingen Pesparawi Biak Numfor hingga bisa tampil maksimal di Pesparawi XIII di Timika.



Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...