Skip to main content

Lagu resmi PON XX "Torang Bisa"

Lagu resmi atau theme song untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Papua dengan judul "Torang Bisa" yang menjunjung tinggi persatuan bangsa dan semangat sportivitas baru saja dirilis.

Perhelatan olahraga terbesar di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada 2-15 Oktober, itu menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya dilakukan di Indonesia Timur, khususnya provinsi Papua. PON Papua kali ini juga berbeda dari yang sebelumnya karena akan dilaksanakan di tengah pandemi dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Pesta olahraga multievent tersebut juga akan disiarkan seluruh pertandingannya baik secara langsung maupun tunda di stasiun televisi maupun saluran digital streaming official PON.

Lagu resmi, yang berjudul sama dengan tagline PON XX "Torang Bisa" yang juga berarti "Kita Bisa," tersebut diciptakan oleh Hebat Fatahilah dengan dinyanyikan oleh Vien Mangku.

"Lirik lagu Theme Song PON XX Papua ini bercerita tentang semangat Papua sebagai tuan rumah PON ke-20 dalam menyambut para pemain atlet dari seluruh Nusantara yang akan ikut berlaga di ajang olahraga nasional ini," dikutip dari penjelasan mengenai unggahan musik video lagu resmi PON Papua di YouTube.

https://www.youtube.com/watch?v=gUnHLQhqt_4&ab_channel=PONXXPAPUA2021

Video musik dari lagu resmi PON XX itu dibuka dengan keindahan alam Papua, dan diawali dengan lirik "Torang bisa, mari satukan perbedaan... Kita bisa, tanamkan jiwa sportivitas."

Selain mengajak untuk menanamkan jiwa sportivitas dan menyatukan perbedaan, lebih dalam lagi, lirik lagu "Torang Bisa" juga menyerukan untuk menjaga persatuan bangsa, serta saling mendukung dan bersatu melaju menjadi juara. "Bersatu dalam semangat, serukan persatuan anak bangsa," begitu bunyi potongan lirik lagu tersebut

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....