Skip to main content

Resep membuat Papeda dengan kuah kuning

Papeda merupakan makanan khas Papua yang menggunakan sagu sebagai bahan pokoknya. Berikut ini cara membuat papeda yang segar dan nikmat.


Bahan Papeda: 

  • Setengah kg sagu atau tepung sagu 
  • 3 liter air
  • 2 buah jeruk nipis 
  • 1 sdt garam
Alat:

  • Panci ukuran sedang
  • Baskom ukuran sedang
  • 1 buah sendok yang dibuat dari kayu 
  • 1 buah saringan 
Cara membuat:
  1. Rebus air sampai mendidih. Sementara siapkan sagu dibaskom atau piring mangkok dan diberi perasan jeruk, garam, dan air dingin secukupnya. Aduk sagu cair lalu disaring.
  2. Jika air sudah mendidih siram air ke sagu yang sudah disiapkan sambil diaduk sampai masak. Tetap diaduk supaya matang merata.

Selanjutnya kita membuat ikan kuah kuning sebagai lauk papeda

Bahan bahan:
  • 500 gr ikan Tongkol/Ekor Kuning
  • Daun kemangi Secukupnya
  • 1 buah jeruk nipis, peras airnya
  • Cabai rawit hijau buang tangkainya
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai
  • 700 ml air
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
Bumbu halus :
  • 3 siung bawang putih
  • 6 buah bawang merah
  • 3 buah kemiri yang telah disangrai
  • 2 cm jahe
  • 2cm kunyit
  • Air
Cara membuat:
  1. Panaskan minyak dalam wajan, masukkan bumbu halus, serai, dan saun salam. Tumis hingga bumbu matang dan harum.
  2. Tambahkan air, aduk dan masak hingga mendidih.
  3. Masukkan ikan, gula garam dan cabai rawit. Masak kembali hingga ikan matang.
  4. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan daun kemangi dan jeruk nipis. Aduk rata
  5. Siap dihidangkan.
Saatnya menyantap hidangan lezat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...