Skip to main content

Air terjun Nadi, Kampung Mamoribo Distrik Biak Barat

Salam jumpa kembali sobat.

Melanjutkan perjalanan kita kembali sobat, ke berbagai objek wisata yang ada di kab. Biak numfor. kali ini kita berkunjung ke Air terjun yang berada dikampung mamoribo, distrik Biak barat yaitu air terjun Nadi.

Perjalanan menuju ke air terjun ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Dari kota Biak, menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 Jam. Selama perjalanan sobat dapat menikmati keindahan kampung-kampung yang berada di distrik biak Barat.


Untuk dapat sampai ke lokasi air terjun, sobat masih harus berjalan kaki sekitar 5 menit. Sobat dapat memarkirkan kendaraan di sekitar rumah warga dan bisa meminta bantuan penduduk lokal untuk memandu ke lokasi air terjun. Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi air  terjun, sobat mesti hati-hati ya, karena jalanan masih tertutup semak-semak dan licin ketika hujan. 

Disepanjang perjalanan sobat akan menjumpai aliran sungai yang menjadi jalur dari air terjun nadi. Pemandangan air terjun sungguh sangat indah, ditambah dengan suara gemericik air terjun memberikan kepuasan dalam menikmati keindahan alam sobat. Ketinggian air terjun Nadi sekitar 8 meter, dibagian atasnya terdapat beberapa tingkat air terjun yang lebih pendek. Berjalan ke atas lagi terdapat bendungan kecil yang sudah dibikin menyerupai kolam dibagian Puncak air terjun, kebanyakan orang yang berkunjung lebih sering mandi dan berenang dibendungan ini. Namun tetap hati-hati ya sobat pastikan sobat dapat berenang ya,.. karena kolam ini cukup dalam.


Bagi sobat yang tidak terlalu pandai berenang, sobat masih dapat menikmati kesejukan air terjun dengan berbaring di aliran air pada air terjun yang kecil. Suasana air terjun semakin mantap sambil di temani secangkir kopi panas.

Selamat berlibur sobat, tuliskan pengalaman sobat di kolom komentar y bagi sobat yang telah berkunjung ke sini. Sampai jumpa.



Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...