Skip to main content

Water Basis pantai yang dikenal dengan WB

Hari libur mari saatnya kita  berwisata. Kali ini kita berkunjung ke water basis. Pantai yang letaknya tidak jauh dari pusat kota ini sangatlah tepat dikunjungi dikarenakan hanya ditempuh dalam waktu 15 menit. Dengan tiket masuk untuk motor Rp.8000 kita dapat berenang atau pun hanya bersantai di sana. Pantai ini masuk dalam kawasan TNI Angkatan Laut, sehingga kita harus melalui pos penjagaan. Saat melewati pos ada baiknya kita menyapa petugas ya sob. Cukup dengan mengangguk kepala saja atau mengucapkan salam jg boleh. Jarak dari pos ke pantai agak jauh sekitar 500m lagi. 

Pantai pasir putih

Memasuki kawasan wisata pantai water basis kita membayar iuran retribusi yang tadi disebutkan sob. Di pantai terdapat beberapa spot berenang yang diminati salah satunya adalah dermaga tempat sandar kapal AL. Di sana cocok bagi kamu yang senang melompat ke laut dan cocok untuk menguji adrenalin berenang di kedalaman 100 meter.
Namun jika cuma ingin bermain ombak dan berenang-berenang santai tersedia juga. Berjalan sekitar 10-20 meter dari dermaga terdapat pantai pasir putih yang mempesona. Pasir putih ini sampai di laut sob. Jadi cocok untuk berenang santai dan bermain-main. Ada juga mata air tawar yang jika air laut surut akan terlihat. Cocok  nih sob untuk membilas diri sehabis berenang. Pantai ini termasuk pantai yang bener-bener dikelola. Dikarenakan sudah terdapat warung makan bagi kamu yang lapar sehabis berenang dan juga kamar mandi untuk mengganti baju dan membilas diri.

Tampak dari jauh dermaga spot lompat

Bakalan seru liburan kamu disini.  Bagi kamu yang pernah ke pantai ini sob, silahkan share pengalaman kamu pada kolom komentar di bawah ya sob..

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....