Skip to main content

Makna Lagu PON Papua XX 2021 berjudul "Torang Bisa"

Lagu PON Papua XX 2021 berjudul "Torang Bisa" resmi meluncur sebagai soundtrack official pekan olahraga nasional. Panitia PON XX Papua akan menyelenggarakan pesta olahraga besar ini pada 2-15 Oktober 2021. 


Lagu yang dinyanyikan oleh Vien Mangku dan Qibah Mansawan ini sudah terlebih dulu dikenalkan di Papua sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat lokal sebelum diluncurkan secara resmi di Jakarta, "Lagu ini membawa pesan semangat pada pelaksanaan PON yang baru pertama kali digelar di Papua. Di dalamnya ada semangat dari Tanah Papua kepada para peserta yang akan bertanding, serta sambutan bagi atlet dari seluruh nusantara," kata Ketua Bidang II PB PON XX Papua, Roy Letlora, Sabtu (11/9/2021), dikutip Antara News.

Lagu "Torang Bisa" yang berarti "Kita Bisa" ini melalui proses penciptaan yang panjang. PB PON Papua sebelumnya membuka sayembara lagu tema pada Maret 2021, yang diikuti sebanyak 24 kontestan dari dalam dan luar Papua. Dalam prosesnya, ada 15 kontestan yang akhirnya memasukkan lagu ciptaan mereka untuk tahap penilaian.

Setelah melalui penjurian panjang yang dilakukan pekerja seni dari Papua, akhirnya terpilih lagu gubahan Hebat Fatahilah bertajuk "Torang Bisa" sebagai pemenang. "Maknanya sangat dalam, dari setiap liriknya menggambarkan semangat dari Tanah Papua. Lokasinya yang berada paling timur, menjadi daerah yang paling awal menyambut matahari terbit. Dari situ maknanya akan terbit pula semangat yang tak pernah habis. Melalui lagu ini kami ingin Papua lebih dikenal," kata Plt Koordinator Bidang Pemasaran PB PON Papua, Karsudi. Liriknya juga menceritakan empat hal yang tercermin dalam semangat para atlet di Papua, yaitu menjaga persatuan bangsa, menanamkan jiwa sportivitas, menyatukan perbedaan, dan saling bersatu menjadi juara. Selain itu, "Torang Bisa" juga menjadi ungkapan atas isu kesetaraan yang menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia.

"Kita merasa menjadi satu bagian, agar Papua bangkit dari ketertinggalan. Kita ingin semua sejajar dan lepas dari anggapan adanya kesejahteraan yang tidak merata. Itu semua digambarkan di lagu tema ini," kata Roy Letlora menambahkan. 

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....