Skip to main content

Wisata Kuburan Tua Padwa Biak Papua

Berbagai macam destinasi pariwisata yang ada di Biak, salah satunya yaitu wisata ke kuburan tua Padwa. Padwa adalah salah satu kampung di Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Indonesia. Perjalanan ke Padwa dari pusat kota dengan menggunakan kendaraan pribadi dapat di tempuh dalam waktu 30 - 40 menit.



Kuburan tua padwa merupakan aset budaya peninggalan nenek moyang. Orang-orang Padwa jaman dulu meletakkan jasad dalam peti mati dari kayu di sekitar goa batu dan tebing batu karang di pingir pantai. Jasad itu kemudian dibiarkan mengering menyisakan tulang-belulang. Prosesnya berlangsung secara manual, memanfaatkan efek penguapan dari air asin. Setelah tinggal tulang dan tengkorak baru deh diangkut dan diletakkan di tebing-tebing batu, tepat di pinggir pantai. Dua tebing utama bernama Kakurandir dan Mukofdi menjadi tempat peristirahatan terakhir orang-orang Padwa.



Kita dapat menyaksikan tengkorak dan tulang belulang yang masih utuh dari leluhur Suku Biak yang mendiami Kampung Padwa, yang masih teratur rapih di beberapa tempat. Kita juga dapat menikmati eksotisnya pantai berair jernih dan bersih yang menyimpan berjuta panorama berbeda dibandingkan destinasi wisata lain di Tanah Air. Di sini, traveler dapat melakukan aktivitas terkait pantai. Juga selfie atau berpose bersama karena lokasinya memang sangat indah.



Comments

Popular posts from this blog

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...

Pantai Sambureni, Wisata Baru di Biak Utara

Hai hai sobat channel,Kali ini kita berkunjung ke objek wisata yang ada di Biak Utara. Pantai Sambureni, merupakan salah satu pantai yang menjadi rekomendasi untuk sobat kunjungi. Pantai ini berada di Kampung Yobdi, Distrik Biak Utara. Dari pusat kota, perjalanan ke sambureni di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam.  Masih jarang orang yang berkunjung ke pantai ini dikarenakan akses jalan menuju pantai yang belum dapat dilewati kendaraan bermotor. Jangan kuatir karena sudah ada papan nama pantai jalan yang berada di pinggir jalan, dari sini sobat bisa menitipkan kendaraan sobat di rumah penduduk kemudian berjalan kaki sekitar 1 Km untuk tiba di pantai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi sobat, karena perjuangan sobat akan terbayarkan saat melihat keindahan pasir putih dan gemuruh ombak yang luar biasa indahnya. Bukan hanya keindahan pasir, di sepanjang jalan sobat dapat menikmati keindahan tebing batu karang  di pinggir pantai yang memiliki stalagmit seperti yang berada di goa....