Skip to main content

Menikmati Hutan Bakau di kab. Biak Numfor

Kabupaten Biak Numfor merupakan pulau di sebelah utara Papua. Dikenal dengan sebutan pulau karang panas, kota Biak memiliki keindahan alam yang sangat memukau setiap orang yang berkunjung ke sana. Salah satu keindahan alam yang saat ini mulai dilirik pemerintah yaitu kawasan Hutan Bakau. Hutan bakau ini banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat. Salah satunya sebagai pemecah gelombang laut agar tidak terjadi abrasi. Selain itu juga bakau sebagai habitat beberapa ikan dan kepiting. Saat ini pemanfaatan hutan bakau sebagai obyek wisata sangatlah baik. Hal ini berdampak terhadap pelestarian hutan bakau. 
Kawasan wisata hutan bakau dapat menjadi alternatif pariwisata yang ditawarkan oleh pemerintah Kab. Biak Numfor selain obyek wisata pantai. Dengan menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari kota Biak obyek wisata dapat ditempuh menggunakan mobil atau motor. Obyek wisata ini menawarkan kesejukan dan ketenangan. Dilokasi tersebut pengunjung disuguhkan dengan kicauan burung yang saut menyaut. 


Lokasi hutan bakau tersebut berdekatan dengan lokasi wisata Taman burung. Jadi para pengunjung yang ingin berkunjung ke taman burung dapat langsung melihat burung-burung yang ada di penangkaran tersebut. Saat ini hutan bakau tersebut memang masih dalam tahap pengembangan. Sehingga baru ada jembatan bakau dengan panjang sekitar 10 meter. Namun jangan kecewa kita masih dapat menikmati keindahan hutan bakau yang masih asli tersebut loh dan dijamin tidak nyesel...


Comments

Popular posts from this blog

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...

Perahu Tradisional Biak

Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan telah banyak dicatat dalam sejarah. Hal tersebut terlihat dari persebaran suku Biak ke berbagai daerah di Papua dan luar Papua. Keturunannya tersebar di Maluku, Raja Ampat dan hampir di semua pesisir tanah Besar Papua dari Barat hingga ke Timur, bahkan juga di Makassar. Kehebatan nenek moyang suku Biak dalam menjelajah lautan tidak terlepas dari perahu yang digunakan. Orang Biak membagi bentuk perahu menjadi tiga bagian yaitu perahu besar (Wai Beba), perahu sedang (Wai Fadu/Wai Fanobek) dan perahu kecil (Wai Kasun). Perahu besar terdiri atas 3 jenis yaitu Wairon, Waimansusu, Karures dan Pendes. Perahu sedang disebut Waipapan. Sedangkan perahu kecil, terdiri atas Karambow dan kawasa.  Wairon Wairon adalah jenis perahu perang yang biasanya dipakai untuk kegiatan jelajah tempur. Bentuknya dibuat sangat ramping, agar mudah melaju diatas lautan. Ukurannya bisa sedang sampai besar dan dapat memuat 20-30 orang. Walaupun keg...