Skip to main content

Mengenal mamalia laut Paus Orca yang muncul di Biak



Paus pembunuh atau Orca adalah sejenis mamalia laut yang termasuk keluarga Delphinidae alias keluarga lumba-lumba. Meski berkerabat dengan lumba-lumba, nama Orca atau paus pembunuh justru lebih sering melekat pada mereka. Itu karena ukuran mereka yang besar seperti paus dan status mereka sebagai pembunuh alias predator puncak di lautan.

Sebagai predator puncak di lautan, orca memang tidak punya hewan pemangsa. Sebaliknya, justru hampir semua penghuni lautan yang jadi santapan mereka. Halaman Passport Ocean menyebut bahwa mereka berburu ikan, walrus, anjing laut, singa laut, cumi-cumi, penyu, bahkan hiu dan beberapa jenis paus!

Dengan ukuran tubuh mereka yang besar, tentunya jumlah makanan yang harus mereka konsumsi pun gak sedikit. Seekor orca berukuran sedang akan menghabiskan sekitar 227 kg makanan setiap harinya! Tidak heran jika mereka menghabiskan sekitar 60 persen waktunya untuk mencari makan.

Paus Orca yang terlihat di perairan Samber kabupaten Biak Papua dan di abadikan oleh seseorang di akun twitternya @susenos, daerah perairan Papua memang sangat terkenal masih bersih dan alami. Kemungkinan migrasi ini bertanda perairan di Indonesia terutama di Papua sangat mendukung untuk kehidupan Paus Pembunuh (Orca).

Dalam akun tersebut ibu Susi Pujiastuti selaku mantan mentri kelautan dan perikanan menjelaskan kemungkinan itu bisa saja terjadi karena kemungkinan Paus Pembunuh (Orca) terlihat di perairan Indonesia, karena Enviroment memungkinkan untuk Paus Pembunuh (Orca) hidup disana.

Semoga laut di perairan Indonesia dapat terus terjaga dan banyak makanan yang di butuhkan oleh makhluk yang tergolong langka tersebut. Indonesia akan semakin terkenal tentang keindahan bawah lautnya dengan kehadiran Paus Pembunuh (Orca).

Comments

Popular posts from this blog

Daftar perguruan tinggi yang ada di Biak Papua

Bagi sobat yang berencana untuk melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi, berikut ini beberapa daftar perguruan tingggi yang ada di Pulau Biak, Kabupaten Biak Numfor. 1. Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yapis Biak pada awal berdirinya merupakan alih bentuk yang semula adalah Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yapis Biak yang berdiri pada tahun 1981 dan telah meluluskan sarjana yang telah bekerja pada berbagai instansi baik dipemerintahan maupun swasta yang tersebar dimana-mana. Berdasarkan Kepmendiknas RI. Nomor : 192/D/O/2006 tanggal 05 September 2006 tentang perubahan bentuk STIA Yapis Biak menjadi IISIP Yapis Biak, maka mulai tahun akademik 2006/2007 IISIP Yapis Biak telah resmi melakukan kegiatan operasional dalam proses belajar mengajar sesuai dengan SK tersebut diatas. Di IISIP Yapis Biak terdapat 8 (delapan) program studi sebagai berikut : Administrasi Publik (S2), Administrasi Publik (S1), Adm...

Tanjung Saruri Biak, Pesona ombak lautan pasifik

HAi  sobat  channel, Satu lagi objek wisata yang tak kalah menariknya di Distrik Warsa-Biak Utara. Itulah Tanjung Saruri, nama Objek wisata yang berada di Kampung Sor, Distrik Warsa- Biak Utara atau beberapa menyebutnya dengan sebutan batu Pica. Tanjung Saruri, Biak Utara Untuk sampai di Tanjung Saruri, membutuhkan waktu sekitar 1 jam berkendaraan, baik roda dua maupun roda empat dari kota Biak. Disini pengunjung dapat menyaksikan keindahan alam yang luar biasa dari samudra pasifik.Saat gelombang pasang ombak Samudera Pasifik menerpa batukarang, terciptalah semburan air yang menjulang tinggi. Ketinggian semburan ini dapat menecapai 15 m sobat shcannel. Tingginya semburan air tersebut menjadi daya tarik utama dari pantai yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua ini. Ketika gelombang laut menghempas dinding batu landai yang datar dan memanjang (menyerupai lapangan batu ), maka air laut yang dihasilkan dari gelombang  yang menghempas dan menutupi lapangan batu te...

Cerita Kuskus hewan endemik Papua

Kuskus merupakan mamalia berkantung (Marsupialia) nokturnal termasuk dalam famili Phalangeridae. Ukuran Kuskus diketahui berkisar 15 cm sampai lebih dari 60 cm, namun kuskus berukuran rata-rata cenderung sekitar 45 cm (18 inci). Kuskus juga memiliki cakar yang panjang dan tajam yang membantu kuskus saat bergerak di sekitar pepohonan. Kuskus memiliki bulu yang tebal dan bermacam warna seperti coklat,hitam dan putih.Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat (prehensile) yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Tak disangka hewan sebesar kucing ini punya sejarah menemani manusia di masa lampau. Terlebih sebagai konsumsi sumber protein manusia. Penelitian para arkeolog dan antropolog pada Atlas Obscura menyimpulkan, Kuskus dekat dengan manusia sejak ribuan tahun lalu. Khususnya sebelum sapi, babi, kambing, bah...